Minggu, 22 November 2009

Public Opinion..

Baru - baru ini salah seorang teman gw cerita ttg hubungannya yg sedang di ambang keraguan..
Sebuah hubungan yg menurut gw, sangat manis (mungkin karna baru beberapa bulan) dan mengarah ke jenjang yg serius..

Temen gw ini, dpt dibilang sudah dalam usia matang, walaupun klo diliat..masih kategori under 30, even she's not..
Dan sang "prince charming" adalah sosok yang amat menarik pula..Muda, kaya, sukses, ganteng...u name it lahh..
Perbedaan umur, bukan kendala (tmn gw ini lebih tua beberapa tahun dari pacarnya), dan si laki2 pun menerima walaupun tmn gw ini pernah menikah dulunya..
Well, pernikahan sekejap yang tidak membuahkan anak..jadi,mustinya ga ada masalah dong yaah?!?

Tapi berjalannya hubungan mereka, tmn gw bilang klo pacarnya yg dulu sangat menginginkan pernikahan yg secepat2nya..malah jadi ingin mundur sejauh2nya..
Rupanya, usut punya usut.."Prince charming" terpengaruh dengan omongan keluarganya yg menginginkan dia untuk necarai yg lain dulu, sebelum memutuskan untuk menikah.
Dan akhirnya terbukalah juga ttg status tmn gw ini..dan semakin kuat lah keinginan keluarga si prince charming untuk menutuppintu utk tmn gw ini..

Sebagai teman, gw coba untuk mendengarkan dan mengolah dengan logika gw..
Kemarahan yg meledak2 dari tmn gw atas pendapat keluarga sang pacar ttg dia dan sikap si "prince charming" itu sendiri , yg menurut tmn gw..salah langkah!!

Sebenernya, klo dilliat..ga ada yg salah dengan tmn gw ini..dia cantik,kaya, supel dan masih sangat muda klo dbandingkan dengan umurnya..memang dia dulu pernah menikah, tapi pernikahan itu berjalan sangat singkat dan tidak membuahkan anak..Setelah surat resmi pengadilan keluar, mustinya tidak ada masalah klo dia berniat untuk mencari pendamping lagi.

Memang sulit untuk negara yg menganut budaya ketimuran menerima sesuatu yg diluar kebiasaan..Tmn gw bersikeras klo dia ga setuju dgn keluarga sang pacar yg sudah menjudge dirinya sebelum bertemu secara langsung.Walaupun klo dipikir", adalah hak seseorang untuk mempunyai pendapat ttg seseorang.Apalagi jika ini berkaitan dengan masa depan salah satu anggota keluarga mereka.
Kemarahan tmn gw pun beralasan, dia merasa tidak seperti apa yg orang' pikir ttg seorang janda..Selama ini dia menjalani hidup dengan normal2 aja..menjadi wanita karir dan bersosialisasi dengan sewajarnya..Dia merasa pendapat mereka ttg dia, tidak pada tempatnya.karna menurut dia, dia tidak akan pernah melakukan hal itu..
We'll see about that..

Anyway,
Public opinion..suka atau tidak suka,sudah terbangun dari jaman kakek neneknya kakek nenek kita..
Agak sulit kalau kita mau merubah sesuatu yang sudah lama terbangun kuat, menjadi sesuatu yang lebih sesuai dengan perubahan jaman.
Mungkin kita sekarang tidak terlalu perduli dengan opini publik. Tapi begitu kita tersandung dalam masalah yg ada hubungannya dengan public opinion, mungkin beda lagi pemikirannya..

Well,
From now, please open ur mind for something out of the box..
Ga selamanya, seorang janda itu penggoda..ga semuanya ibu tiri itu jahat...ga selamanya uang itu sumber kebahagiaan..dan masih banyak "ga selamanya dan ga semuanya" yg masih hidup dalam masyarakat kita.

Cheers..

2 komentar: